Pusat Penelitian BIOLOGI - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Institusi

  .:: Berita - Detil ::.

Penelitian

Pandangan

Umum

Pengunjung


 
Musim Penghujan: Waspada dan Cegah Serangan Kapang di Dalam Rumah..!

 
No Image

Lingkungan tropis dengan tingkat kelembaban yang tinggi sangat mendukung pertumbuhan berbagai jenis kapang. Keberadaan kapang secara alamiah bermanfaat dalam menguraikan sisa bahan organik sehingga daur materi dan keseimbangan ekologi dapat tetap terjaga.  Keberadaan kapang menjadi bermasalah apabila kapang tersebut hadir tidak pada tempatnya seperti di dalam  rumah.  Kehadiran kapang dalam lingkungan rumah dapat menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan, perabotan, dan peralatan rumah tangga. Lebih parah lagi kehadiran beberapa jenis kapang dalam rumah 
berpeluang menimbulkan gangguan kesehatan bagi penghuninya.

Kehadiran kapang akan semakin meningkat dengan datangnya musim penghujan. Kelembaban yang tinggi sejalan dengan peningkatan curah hujan pada bulan Desember hingga Februari (wilayah Indonesia Barat) akan menyebabkan kapang leluasa untuk tumbuh dimana saja termasuk di dalam lingkungan rumah. Keberadaan kapang dalam rumah dapat dikenali dengan timbulnya perubahan warna dan bercak-bercak kehitaman pada langit-langit dan dinding rumah atau ditemukannya  struktur seperti benang dan bubuk-bubuk halus pada perkakas dan perabotan rumah yang berbahan dasar kayu atau bahan organik lainnya. 
Hal tersebut akan sangat mudah kita temukan pada bagian rumah yang lembab dan memiliki aerasi yang kurang baik seperti kamar mandi, dapur, dan tempat pengeringan pakaian.

Keberadaan kapang dalam rumah dapat berbeda dengan kapang yang tumbuh di luar rumah. Kapang yang paling sering ditemukan dalam rumah umumnya tergolong kapang penerjun (air-borne fungi) dimana spora yang merupakan bibit dari kapang masuk ke dalam lingkungan rumah melalui perantara udara.  Beberapa kapang penerjun yang mudah tumbuh dan ditemukan di lingkungan rumah adalah marga Aspergillus dan Penicillium.  Pada jumlah yang tinggi paparan spora kelompok kapang tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti alergi, batuk-batuk, dan infeksi saluran pernafasan atas lainnya. Dampak
kesehatan yang lebih serius akan lebih dirasakan oleh penderita asma, penderita autoimun, penderita HIV (ODHA), balita, ibu hamil, dan manula. Mengingat banyaknya dampak negatif dari hadirnya kapang di lingkungan rumah, maka diperlukan serangkaian tindakan dan kiat-kiat untuk mencegah datangnya kapang di dalam lingkungan rumah.

Untuk mencegah datangnya kapang di lingkungan rumah khususnya pada bulan-bulan dimana curah hujan sedang tinggi berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

-    Kapang tidak dapat tumbuh pada lingkungan yang kering (kelembaban/ RH < 60%) untuk membuang kelebihan kelembaban dalam rumah, pastikan rumah memiliki jendela dan ventilasi yang cukup.  Jendela dan ventilasi dapat menciptakan aerasi yang lebih baik sehingga kondisi rumah dapat tetap kering. Aerasi yang baik dapat dibantu dengan menambahkan exhaust fan pada bagian rumah yang lembab dan jarang terpapar cahaya matahari langsung.

-    Bersihkan debu secara teratur khususnya pada daerah yang menjadi perangkap debu seperti karpet, filter AC, bagian atas lemari, dan kolong tempat tidur. 

-    Hindari kebiasaan menggantung pakaian basah dalam ruangan. Keringkan pakaian dan cucian basah lainnya di luar rumah seperti loteng atau teras belakang rumah. Untuk mencegah timbulnya kapang pada pakaian, dapat digunakan kapur barus (kamper) pada tumpukan pakaian yang telah kering dalam lemari.

-    Periksa dan perbaiki kebocoran pada genting, karpus, pipa, dan talang air untuk mencegah adanya rembesan air ke dalam rumah.

-    Seka, bersihkan, dan keringkan kusen jendela, pintu rumah, dan bagian rumah lain yang berbahan dasar kayu selepas terkena tampias air hujan. Apabila diperlukan gunakan sabun atau detergent. Kandungan sabun dan detergent yang bersifat alkali dapat menghambat pertumbuhan kapang yang lebih menyukai kondisi lingkungan yang bersifat asam.  

Apabila kapang terlanjur ditemukan dan tumbuh di dalam rumah, berikut beberapa langkah kuratif yang dapat dilakukan:

-    Gunakan masker dan sarung tangan, secara hati-hati seka dan bersihkan bagian yang ditumbuhi kapang dengan menggunakan sabun atau detergent. Penggunaan hidrogen peroksida pada konsentrasi rendah dapat dilakukan apabila kapang tumbuh kembali. Pengggunaan desinfektan yang mengandung persenyawaan klorin tidak disarankan karena dapat menimbulkan iritasi. Hindari penggunaan fungisida karena residunya dapat lebih membahayakan penghuni rumah.

-    Letakkan dan kumpulkan lap pembersih dan  bahan-bahan yang terkena kapang ke dalam plastik heavy-duty bag untuk selanjutnya didestruksi.

-     Singkirkan perabotan dan perkakas dari dalam rumah apabila tingkat serangan kapang terlanjur parah.




















Gambar 1. Gambar 2.



Gambar 3.


Gambar-gambar penampakan kapang secara mikroskopis di atas merupakan koleksi gambar milik laboratorium biosistematika dan kultur koleksi mikroba LIPIMC, Bidang Mikrobiologi, Puslit Biologi-LIPI.






Gambar 1. Aspergillus fumigatus (skala pembesaran 100X dan 1000X) merupakan kapang patogen oportunistik penyebab utama gangguan kesehatan pulmonary  aspergillosis. Kapang tersebut dapat tumbuh dalam jaringan alveolus hewan dan manusia.

Gambar 2. Aspergillus flavus (skala pembesaran 100X dan 1000X) sering tumbuh dan mengkontaminasi produk pertanian dan makanan fermentasi. Kapang tersebut menghasilkan racun kuat aflatoksin dan mikotoksin lainnya yang bersifat karsinogenik. Beberapa strain sukar dibedakan secara morfologi dengan kapang kerabatnya yang non toksik yaitu Aspergillus oryzae. Kapang Aspergillus flavus juga merupakan penyebab gangguan kesehatan pulmonary  aspergillosis kedua setelah Aspergillus fumigatus.

Gambar 3. Penampakan struktur anamorf dan spora (konidia) Penicillium marneffei (skala pembesaran 1000X). Takson kapang tersebut dapat bersifat patogen oportunistik dan menyebabkan dermatomikosis khususnya pada penderita autoimun dan ODHA.



 



Artikel ini ditulis oleh Muhammad Ilyas : Warta Kita, Desember 2009
Artikel ini diunggah oleh Pramono pada tanggal 03 Februari 2010
 

Copyright ©2011 biologi.lipi.go.id

Supported by CM & BRC Project LIPI - JICA
Research Center For Biology - Cibinong Science Center (CSC)
JL. Raya Jakarta - Bogor Km.46 Cibinong 16911 Bogor - Indonesia
Phone:+62(0)21-87907604/87907636 Fax : +62(0)21-87907612 biologi@mail.lipi.go.id