• 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

katak sulawesi

Cibinong, Humas LIPI. Berbicara tentang amphibi, terdapat tiga ordo yang perlu dikenali, yaitu Caudata, Gymnophiona dan Anura. “Caudata meliputi famili Ambystomatidae dan Plethodontidae. Kelompok ini sekilas tampak seperti kadal tapi sebenarnya amfibi. Kedua adalah Gymnophiona terdiri dari Ichthyophiidae, Rhinatrematidae, Caeciliidae dan ketiga ordo Anura yaitu Ranidae dan Leptodactylidae (ordo katak dan kodok),” ungkap Amir Hamidy, Peneliti Herpetologi, Pusat Penelitian Biologi pada Webinar Hari Besar Lingkungan Hidup pada Rabu (19/8).

Amir menjelaskan kelompok ini bereproduksi dengan 2 cara. Pertama, dengan cara fertilisasi eksternal yaitu betina mengeluarkan telur, selanjutnya jantan mengeluarkan sperma dan terjadi pembuahan di luar tubuh betina. Sedangkan untuk kelompok Gymnophiona memiliki alat reproduksi yang disebut phallus menyerupai himipenis. “Selain itu mereka (amphibi) memiliki sisik (Gymnohiona dan caudata) berukuran mikro dan berada di bawah lipatan kulit,” papar Amir.

Lebih lanjut Amir menuturkan cara hidup Gymnophiona dikenal dengan istilah parental care dan tidak. Famili Ichthyophiidae kebanyakan menganut metode parental care pada masa bertelur dan menetas. Di sisi lain, Anura memliki fase metamorfosisi yaitu perubahan struktur/bentuk yang sangat signifikan dari berudu dan berubah menjadi katak.

Dalam konteks studi, amphibi menjadi satu dalam kelompok herpetofauna (reptil dan ampibi).   Biasanya kelompok survei samplingnya bersamaan, karena tipe habitanya hampir sama, walaupun dalam tatanan taksonomi yang berbeda. “Koleksi sampel yang diambil digunakan sebagai dasar studi taksonomi untuk mengungkap keberagaman jenis. Oleh karena itu  tata cara pengambilan spesimen harus dilakukan sebaik mungkin sehingga dapat dipergunakan seterusnya. Jadi tidak mengambil sampel secara berulang karena akan merusak ekosistem,” jelas Amir.

Amphibi dapat hidup di hutan pegunungan, hutan dataran rendah, aliran sungai, bahkan di tempat yang sudah di modifikasi manusia, misal kebun coklat.  Saat ini terdapat sekitar 8000 jenis katak di dunia, 410 jenis diantaranya terdapat di Indonesia. “Sekitar 25 jenis terdapat di Sulawesi, 19 jenis diantaranya adalah jenis endemik dan 6 jenis termasuk non-endemik yang tersebar di beberapa wilayah lain,” ungkap Amir. “Komposisi jenis amphibi di Sulawesi sangat menarik. Mayoritas berasal dari Asia (Sundaland), khususnya Indonesia Timur,” imbuhnya.

Terdapat tiga status konservasi. Pertama, level nasional (Indonesia) yang dapat dilihat pada Undang Undang Nomor 5 tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. “Untuk jenis yang dilindungi, ditentukan oleh Menteri. Lampiran jenis-jenis yang dilindungi tertuang dalam Peraturan Menteri KLHK Nomor 106 Tahun 2018. Katak darah (Leptophryne cruentata ) dari Jawa Barat adalah jenis yang dilindungi.

Kedua, status konservasi Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) yaitu konvensi internasional yang mengatur perdagangan satwa antar bangsa. Spesies yang sudah terancam akan diatur perdagangannya. Saat ini belum ada daftar amphibi yang masuk daftar CITES, sehingga statusnya non apendiks CITES.

Ketiga, status konservasi berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN). Status ini dipakai untuk menentukan status keterancaman baik dari level eksploitasi, kerusakan habitat, dan unsur lainnya. “Dari 25 jenis katak Sulawesi, terdapat status CR-1 jenis, EN-2 jenis, VU-4 jenis, LC-17 jenis, not evaluate-1 jenis. Untuk IUCN belum masuk ke tataran regulasi,” rinci Amir.

Katak Sulawesi memiliki ragam jenis. Katak yang sering di jumpai di wilayah Sulawesi Utara, tengah, selatan, dan maluku  adalah Limnonectes grunniens, L. Modestus (endemik) dan L. Heinrich. Ketiga katak ini berukuran besar sering ditemui di sungai besar berarus deras dan dikonsumsi di beberapa wilayah.

Selanjutnya Limnonectes larvaepartus. Katak endemik  ini yang termasuk unik, karena melahirkan berudu (fertilisasi internal) dan memiliki beberapa variasi warna.  Selain itu ada jenis L. Arathoni (endemik VU), L. microtympanum (endemik) dan terdapat dua Limnonectes sp yang belum memiliki nama (kemungkinan endemik) dari daerah Gandang Dewata.

Tak hanya itu salah satu katak Sulawesi yaitu Fejervarya concrivora merupakan jenis favorit katak yang diekspor ke luar negeri. “Indonesia adalah negara produsen eksportir paha katak terbesar di dunia yang berasal dari alam dan kebanyakan berasal dari jenis ini,” ungkap Amir.

Saat ini Occydozyga tampotica menjadi satu-catunya katak Sulawesi dengan status CR. “Statusnya sudah criticaly in the wild, sehingga diperlukan aksi konservasi yang tepat. Kondisi seperti ini bisa saja terjadi di beberapa jenis. Terkadang katak punah sebelum dideskripsi,” tutup Amir. (sa ed sl)

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top