• 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

WhatsApp Image 2020 09 08 at 09.09.11

Cibinong, Humas LIPI. Indonesia tercatat sebagai negara penghasil rotan terbesar di dunia. Hampir sebagian besar kebutuhan rotan di dunia berasal dari Indonesia. Setidaknya sekitar 70 % kebutuhan rotan dunia dipasok dari Indonesia.

Rotan merupakan jenis tumbuhan hasil hutan bukan kayu yang termasuk dalam suku Arecaceae (palem-paleman). Umumnya jenis tumbuhan ini merambat, berbatang langsing, beruas, tidak berongga dan berduri. Umumnya bagian rotan yang dimanfaatkan adalah batangnya. Batang rotan merupakan bagian yang bernilai ekonomi.  “Bentuknya memanjang dan bulat seperti silinder atau segitiga dan diameternya  tidak bertambah besar, meskipun bertambah tua,” ungkap Himmah Rustiami peneliti palem dari Pusat Penelitian Biologi LIPI pada Webinar Seri Identifikasi Tumbuhan #2 pada Senin (31/8) lalu.

Himmah menjelaskan, secara morfologi, perawakan rotan terbagi dalam tiga macam perawakan, yaitu berumpun, soliter/tunggal dan bercabang. Untuk jenis berumpun dapat dipanen terus menerus, sedangkan perawakan soliter hanya dipanen sekali lalu mati, sehingga perbanyakannya dilakukan dengan biji.

Untuk bagian daun, rotan tumbuh berurutan satu demi satu yang terdiri atas rakis, tangkai daun, pelepah daun, lutut, okrea dan organ panjat. Pelepah daun duduk pada buku/ruas dan menutupi permukaan ruas batang. Ujung bagian atas pelepah daun menyempit menjadi tangkai yang berlanjut ke rakis daun yang merupakan tempat duduknya helaian anak daun. “Pada umumnya rakis itu berlanjut melewati anak daun bagian ujung menjadi kucir atau sirus yang fungsinya sebagai organ panjat,” terang Himmah.

Selain itu susunan duri pada pelepah daun dan morfologinya merupakan salah satu karakter penting untuk identifikasi rotan. Ciri morfologi pelepah daun rotan antara lain pertama, berduri banyak dan padat, berduri sedang atau sama sekali tidak berduri dan kedua, dilihat dari bentuk, ukuran dan susunan duri. Tak hanya itu, ciri lain seperti lutut dan okrea, bulu, sisik atau lapisan lilin yang terdapat diantara duri-duri juga merupakan karakter penting. “Lutut adalah pembengkakan yang menonjol pada pelepah daun tepat di bawah tangkai daun atau rakis daun dan menjadi ciri khas yang dapat membedakan jenis,” ungkap Himmah.

Untuk sifat bunga rotan terbagi menjadi tiga kelompok. Pertama, bunga hermaphrodit yaitu bunga memiliki organ reproduksi betina dan jantan. Kedua, bunga  berumah satu (monoecious), bunga jantan dan bunga betina pada perbungaan yang berbeda pada individu yang sama. Ketiga, berumah dua (dioecious), pohon jantan dan pohon betina pada individu yang berbeda. Sedangkan untuk buah dan biji ukurannya bervariasi sekitar 5-20 mm.  “Rotan yang tumbuh alami menghasilkan semai melimpah, namun hanya sebagian kecil yang tumbuh mencapai dewasa karena mortalitasnya tinggi,” tutur Himmah.

Klasifikasi Rotan

Sebagai informasi marga rotan (Calamus spp.) sebenarnya  telah dipelajari sejak tahun 1753 oleh Linnaeus. Studi taksonomi marga rotan telah dilakukan, misalnya studi taksonomi terbaru yang dilakukan oleh Henderson (2020) dalam jurnal Phytotaxa yang menyatakan bahwaCalamus Blume terdiri dari 411 jenis (termasuk 38 jenis baru) yang tersebar di  enam bioregion yaitu Afro-India, Indo-Burma, Sundaland, Philippines, Wallace dan Sahul.

Marga rotan lain, yaitu Korthalsia Blume terdiri dari 27 jenis, persebarannya dari Andaman, kepulauan Nicobar hingga Papua New Guinea. Plectocomia Mart.  terdiri dari  16 jenis tersebar luas dari barat utara India hingga China, dan mengarah ke selatan ke Philippina, Borneo, Sulawesi, Sumatra, dan Jawa. Plectocomiopsis Becc. terdiri dari  5 jenis yang tersebar di wilayah Malaysia, Sumatra, Borneo. Selanjutnya Myrialepis Beccari yang terdiri dari 1 jenis  dan tersebar mulai dari Indochina, Semenanjung Malaya hingga Sumatra.

Jika ditelusuri lebih lanjut sebenarnya distribusi rotan sangat luas dan menunjukkan tingkat endemisitas yang tinggi.  Namun sayang studi tentang preferensi habitat rotan masih sedikit. “Untuk hewan penyerbuk utama rotan yang dikenal yaitu  lebah/lalat/tawon dan kumbang. Perbedaan panjang perbungaan dan agen penyerbuk juga ditemukan di ‘subgrup’ Daemonorops. Hingga saat ini belum ada studi yang mendalam tentang agen pemencar rotan. Buah rotan umumnya kecil, berwarna cerah,  diproduksi dalam jumlah besar, dan edible. Kemungkinan agen pemencar utamanya adalah burung,” tutup Himmah. (sa ed sl)

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top