• 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

Cibinong, Humas LIPI. Tanaman janda bolong memiliki warna dan bentuk daun yang menarik, wajar saja beberapa bulan ini menjadi primadona, khususnya bagi para penggemar tanaman hias. Harganya yang dapat mencapai puluhan bahkan ratusan juta, membuat tanaman ini masuk ke dalam deretan tanaman mahal 2020. Menurut peneliti Botani dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ina Erlinawati, janda bolong merupakan anggota suku Araceae (talas-talasan) dari marga Monstera (1/12).

“Asal tumbuhan janda bolong adalah dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Penyebarannya meliputi Belize, Bolivia, Brazil, Columbia, Costa Rica, Ecuador, El Salvador, French Guiana, Guatemala, Guyana, Honduras, Lesser Antiles, Mexico, Nicaragua, Panama, Peru, Suriname, Trinidad & Tobago, Venezuela. Di alam, tumbuhan janda bolong merupakan tumbuhan semi epifit atau tumbuhan yang akarnya tetap sampai tanah, merambat, dan menempel pada tumbuhan lain, pada intensitas cahaya yang rendah. Pada lingkungan dengan kelembaban tinggi, tumbuhan ini dapat berbunga sepanjang tahun, namun umumnya berbunga pertama kali saat usianya mencapai tiga tahunan,” ungkapnya.

Menurut Ina, di kalangan pasar tanaman hias yang dijual dengan harga mahal adalah jenis Monstera adansonii, meskipun sebenarnya yang harganya mahal dan merupakan janda bolong asli adalah dari jenis Monstera obliqua. “Masyarakat seharusnya jangan sampai salah memilih karena kalau jenis M. obliqua memang jenis yang langka, sedangkan M. adansonii dapat ditemukan lebih banyak di habitat aslinya. Keduanya sama-sama memiliki daun yang berlubang-lubang, namun bentuk lubangnya berbeda-beda. dimana M. obliqua memiliki lubang-lubang daun yang berbentuk membulat, sedangkan lubang-lubang pada daun M. adansonii berbentuk ellips atau melonjong,” ungkapnya.

“Selain itu, daun M. obliqua lebih tipis dibandingkan dengan daun M. adansonii. Pada M. obliqua mempunyai sulur yang keluar dari batangnya, sedangkan M. adansonii tidak mempunyai sulur. Pertumbuhan M. obliqua juga lebih lama dibandingkan dengan pertumbuhan M. adansonii,” imbuh Ina.

Dirinya menjelaskan, lubang-lubang pada daun janda bolong sebenarnya terbentuk karena mekanisme alami. “Memang masih banyak kontoversi tentang pembentukan lubang pada daun suatu tumbuhan. Menurut Christopher Muir dari Indiana University, lubang pada daun terbentuk karena kondisi pencahayaan yang memungkinkan sinar matahari menembus tumbuhan untuk dapat tumbuhan tersebut berfotosintesis,” jelasnya.

Sementara, pada tumbuhan janda bolong karena pada habitat aslinya di alam, tumbuhan ini hidup semi epifit, dimana kanopi pohon besar yang lain menutupinya, maka untuk dapat bertahan hidup adalah dengan menangkap bintik matahari atau berkas kecil sinar matahari yang menembus kanopi. “Strategi yang dilakukan tumbuhan janda bolong agar sinar matahari dapat terserap efektif adalah dengan membentuk lubang-lubang pada daunnya tersebut. Adanya lubang-lubang pada daun menjadikan luas penampang daun menjadi kecil sehingga dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan sinar matahari yang diterima dibandingkan apabila luas penampang daun besar atau tidak bolong,” paparnya.

Selain sebagai tanaman hias, terdapat jenis Monstera lainnya lagi disamping M. adansonii dan M. obliqua yang bisa dimakan, yaitu M. deliciosa. “M. deliciosa mempunyai daun yang sobek sampai ujungnya, tidak bolong-bolong. Seperti epithet namanya, deliciosa mempunyai arti enak dimakan. Bagian tumbuhan yang enak dimakan adalah buahnya yang bisa dimakan langsung apabila telah matang sempurna,” tegasnya.

“Rasa buahnya merupakan perpaduan antara nanas dan pisang. Pada buah yang belum masak mengandung kristal okslat yang tinggi sehingga jangan dikonsumsi karena dapat mengakibatkan pembengkakan dan iritasi pada mulut. Bagi yang alergi dan sensitif terhadap jenis-jenis makanan tertentu supaya berhati-hati dalam mengonsumsinya,” imbuh Ina.

Tips merawat janda bolong

Menurut Ina, budidaya tumbuhan janda bolong relatif mudah, karena perbanyakan tumbuhan ini dapat dilakukan dengan setek batang.

“Pada awalnya, potongan batang yang masih berdaun ini, bisa diletakkan dalam wadah yang berisi air, hingga muncul akar-akar yang banyak. Setelah berakar banyak, baru dipindahkan ke media tanah yang mempunyai porositas bagus. Seperti jenis-jenis Araceae yang lain, tumbuhan ini juga menyukai lingkungan yang lembab, tanah berpori dengan drainase yang baik, intensitas sinar matahari yang sedang dan jangan sampai terpapar sinar matahari dalam waktu yang relatif lama,” paparnya.

Dirinya menambahkan, beberapa tips dalam merawat jenis ini termasuk juga jenis-jenis Araceae yang lainnya yaitu:

  1. Selalu mengontrol kelembapan tanah, media tanam berpori, pH 5-7,5, suhu lingkungan 21-290C, jangan terpapar sinar matahari langsung
  2. Penyiraman bisa 2 kali sehari pada musim kemarau dan dikurangi pada waktu musim hujan
  3. Pemupukan dilakukan pada saat tanaman aktif tumbuh dengan pupuk yang 100% larut dalam air dan menggunakan pupuk dengan konsentrasi nitrogen tinggi (misal NPK Mutiara Sprinter)
  4. Apabila ada bagian tanaman yang terkena penyakit atau hama, segera dipotong dan dibuang supaya tidak menyebar
  5. Untuk menyuburkan tanaman secara mudah dan murah bisa dilakukan dengan menyiram tanaman secara rutin dengan air cucian beras.(sf)

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top