• 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

 

Podcast Ayu Savitri Keong ew ed sl

 

Cibinong. Humas LIPI. Bagi wanita, produk kecantikan yang mengandung lendir keong sudah tidak asing lagi. Baik berupa masker, serum atau produk kecantikan lainnya. “Lendir keong memiliki banyak kolagen. Fungsinya untuk mengencangkan kulit, mempercepat pembentukan sel-sel baru, termasuk cepat mengobati luka dengan menstimulus sel-sel baru benang fibrin, “ tutur Ayu Savitri Nurinsiyah, Peneliti Moluska Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dirinya mengatakan, Thailand sudah mengembangkan produk kosmetik berbahan dasar lendir keong, bahkan Thailand mengklaim produk-produk yang dikeluarkan di Korea menggunakan lendir keong mereka. “ Thailand sudah memanfaatkan keong asli mereka, jadi bukan keong invasif atau keong impor yang dikembangkan di negara mereka,” ungkapnya pada siaran podcast, kolaborasi antara LIPI melalui Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas bersama Podme, pada Rabu (24/3).

Ayu mengungkapkan, saat ini peneliti dari Pusat Penelitian Biologi LIPI tengah berkolaborasi dengan peneliti Pusat Penelitian Biomaterial LIPI dan peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. “Kita tidak menggunakan bekicot tetapi menggunakan keong asli Indonesia untuk mengetahui konten yang ada di lendir supaya kedepannya dapat dimanfaatkan untuk nutricosmeceutical. Sehingga kita tidak perlu impor untuk mengembangkan skincare dari lendir keong atau mungkin kita bisa membuat yang lebih istimewa dari yang mereka buat,” ungkapnya.

Ayu pun menjelaskan, fungsi lendir bagi keong selain untuk membantu bergerak lendir juga merupakan ungkapan perasaan keong. Pada saat keong merasa dirinya tidak nyaman atau terancam mekanisme untuk mempertahankan dirinya dengan mengeluarkan lendir. Begitu pula pada saat keong merasa nyaman atau bahagia.

Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang bingung membedakan antara keong, siput dan bekicot. “Bekicot adalah keong tetapi keong belum tentu bekicot. Keong dan siput hampir sama, siput termasuk keong tetapi keong belum tentu siput,” jelas Ayu.

“Bekicot adalah jenis keong darat dan termasuk salah satu spesies invasif di dunia. Siput adalah keong yang tidak bercangkang. Bentuknya seperti lintah sering muncul pada saat hujan di halaman rumah,“ tambah Ayu. Menurut Ayu kekeliruan nama lokal yang sering muncul tidak perlu diperdebatkan. Namun pada saat menggunakan nama latin harus benar karena nama merupakan identitas diri.

Selama ini peranan keong di lingkungan hampir luput dari perhatian manusia. “Padahal Yang Maha Kuasa menciptakan sesuatu di dunia ini ada fungsi dan maksudnya. Tugas manusialah untuk mencari tahu.” kata Ayu. Hal yang menarik Ayu untuk terus mengungkap keong karena selama ini keong dianggap tidak penting, menjijikan, bentuknya jelek bahkan sering ada di lingkungan yang kotor seperti sampah. “Ternyata keong mempunyai bermacam-macam manfaat buat manusia. Seperti memiliki kolagen, cepat menyembuhkan luka karena memiliki antibakteri atau sebagai indikator ekologi. Hal-hal ini membuat saya takjub dan semakin tidak tahu. Karena itu salah satu tugas saya memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang keong,” terang Ayu.

Ayu mengatakan, memang ada keong hama. Namun seperti di Jawa terdapat 242 jenis keong darat dan yang invasif ada 12 jenis, tiga diantaranya umum dijumpai seperti keong pada kol yang berbentuk bulat, keong sumpil dan keong yang berbentuk panjang. “Keong asli dan endemik sangat sensitif terhadap perubahan habitat. Mereka tidak dapat hidup di lahan terbuka sehingga manusia tidak boleh serampangan merusak lahan. Lahan terbuka mengakibatkan kematian yang tinggi, hanya keong-keong invasif yang bertahan hidup,” jelas Ayu.

Hingga kini Ayu sedang melakukan penelitian lendir keong asli Indonesia yang bisa dijadikan bahan skincare. “Yang pasti keong asli Indonesia yang digunakan. Alasannya adalah bekicot hidup di bermacam-macam tempat, adaptif dan pemakan segala. Kalau keong asli spesifik, memakan makanan tertentu sehingga kandungan-kandungan yang ada di badannyapun spesifik,” jelas Ayu.

“Sudah ada beberapa kandidat kelompok keong dimana salah satunya masih bersaudara dengan yang digunakan di Thailand. Dari segi jumlah lendir yang dihasilkan cukup banyak, dapat bertahan hidup dalam kondisi laboratorium, dan saat ini masih dalam kondisi meneliti kandungan lendirnya. Jika efektif dan baik mudah-mudahan kedepannya ada titik terang untuk dikembangkan,” kata Ayu mengakhiri. (ew ed sl)

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top