• 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

 

 

WhatsApp Image 2021 04 08 at 11.12.51

Cibinong, Humas LIPI. Pada Selasa (06/07), Dr.rer.nat. Ayu Savitri Nurinsiyah, peneliti pada Pusat Penelitian Biologi LIPI menjadi Dosen Tamu pada Mata Kuliah Koleksi dan Pengelolaan Spesimen Hayati dengan Host Program Studi Biologi Universitas Padjadjaran. Mata Kuliah ini merupakan Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan Prodi Biologi Unpad Kanal Pertukaran Pelajar.

Pada kuliah virtual ini ada yang berbeda. Biasanya pesertanya adalah para mahasiswa dari Universitas Bengkulu, Universitas Airlangga dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Namun, pada kuliah kali ini dihadiri pula mahasiswa dan dosen dari UPI, UNDIP, UNESA, UKSW, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mataram. Selain itu dihadiri pula peserta umum seperti Kurator Museum dan Guru yang berasal dari Manado. Tak heran karena kuota yang disediakan panitia untuk umum sebanyak 80 orang.

Pada kesempatan kuliah umum ini, Ayu menyampaikan materi dengan judul Koleksi dan Pengelolaan Spesimen Keong Darat di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB). Materi yang disampaikan meliputi Pengenalan Filum Molusca dan Kelas Gastropoda Kelompok Keong Darat, Cara koleksi dan Preservasi Keong Darat, dan Pengelolaan Spesimen Keong Darat di Museum Zoologicum Bogoriense.

“Dari 1 bekicot saja dapat bertelur hingga ratusan telur dan bekicot sangat aktif bereproduksi, dapat dibayangkan bahwa bekicot cukup mengganggu kondisi lingkungan,” terang Ayu dalam penjelasannya mengenai keong darat. “LIPI bersama KKP membentuk pokja biota laut lindungan yang mendata jumlah molusca dan biota laut yang ada di indonesia. Kurang lebih 4000 spesies gastropoda yang ada di Indonesia. Bekicot hanya satu dari lebih dari 1800 gastropoda terrestial, 242 gastropoda darat di Pulau Jawa, 102 diantaranya endemik Pulau Jawa. Dan bekicot termasuk gastropoda darat, bekicot adalah keong, tapi keong bukan berarti bekicot,” tambah Ayu.

Dirinya menerangkan, makro habitat keong darat terdapat di perkebunan, limestone rock, talun, hutan sekunder dan semak. Habitat yang paling cocok adalah limestone/gunung kapur karena sering ditemukan kelimpahan di lokasi tersebut. Sedangkan untuk mikrohabitatnya, keong sering berada di bawah bebatuan, seresah, batang pohon dan kayu lapuk.

“Dalam pembahasan metode koleksi, untuk keong darat dapat dilakukan dengan cara time-search/ visual search/ direct collection, top soil and leaf litter collection, sweeping limestone walls, beating and shaking trees. Menurut Cameron dan Pokryskz, metode yang disarankan adalah kombinasi, hal ini dikarenakan kemungkinan tidak semua peneliti mendatangi suatu wilayah berkali-kali. Jadi apabila punya kesempatan dan waktu yang sedikit di lapangan, maka disarankan melakukan kombinasi dari metode koleksi ini,” jelas Ayu.

Selanjutnya Ayu menjelaskan mengenai studi ekologi yang dapat dilakukan untuk keong darat karena keong darat dapat dijadikan indikator ekologi. Metode-metode yang bisa dilakukan dalam studi ekologi yaitu menetukan kuadrat, dimana luasan area yang kurang lebih memiliki vegetasi homogen/tata guna lahan yang sama. “Sebagian peneliti melakukan kuadrat kecil yaitu 1 x 1 meter agar fokus pada keong yang ada di area tersebut. Dan ada juga peneliti yang menentukan kuadrat yang besar 8m2 (4x2 m) hingga 400 m2 (20x20m). Cara menentukan luasan ada yang melakukan metoda person/hour, ini bisa dengan 1 orang 1 jam di dalam plot tersebut atau 2 orang. Bisa ditentukan dari awal asalkan konsisten dengan metode yang dipakai di area penelitiannya,” rinci Ayu. “Selain itu bisa juga dilakukan secara random untuk koleksinya yang biasa dan sistematik transek seperti pelajaran ekologi,” imbuhnya.

Ayu juga menjelaskan bahwa didalam plot pengambilan keong penting untuk dicatat variabel lingkungannya, hal ini dikarenakan keberadaan keong darat sangat ditentukan oleh lingkungan. Hal yang perlu dicatat yaitu koordinat, ketinggian, ada/tidaknya batu/bebatuan kapur/kayu lapuk, ketebalan seresah, derajat gangguan manusia, ketebalan herba/semak, topografi, kemiringan, tipe habitat, data iklim (worldclim.org) dan data tanah (soilgrids.org).

Setelah keong dikoleksi yang perlu dilakukan adalah preservasi. Ayu menyebutkan untuk preservasi dilakukan pada dua kondisi yaitu koleksi mati yang dilakukan dengan pembersihan dan pemberian label, dan koleksi hidup yang dilakukan dengan beberapa tahap. “Tahapan preservasi pada koleksi hidup yang pertama adalah dimatikan dengan ditenggelamkan dalam air (menthol crystal)/direbus/langsung ke alkohol, lalu diawetkan (96% untuk DNA, 70% untuk awetan biasa), lalu pemberian label,” lanjut ayu.

“Ada tiga komponen yang menjadi basis dalam identifikasi yaitu morfologi (cangkang, operculum, badan), Anatomi (genitalia, radula), DN. Dalam proses identifikasi dilakukan dengan penulisan label nama spesies, penggantian label, penggantian alkohol, penyimpanan dalam botol permanen,” tutur Ayu.

Setelah rangkai kegiatan mulai pengumpulan keong sampai dengan identifikasi keong, langkah terakhir adalah penyimpanan database dan penyimpanan permanen di ruang koleksi basah/kering.

Ayu juga memaparkan bahwa selain staf peneliti MZB, MZB juga menerima hasil donasi baik dari masyarakat umum maupun dari univesitas. Masyarakat yang ingin menyimpan koleksi di MZB akan minta untuk mengisi form surat penerimaan spesimen zoologi. Khusus untuk peneliti asing spesimennya harus teregitrasi dahulu, dan bahkan spesimen yang sudah teridentifikasi menjadi jenis baru, maka holotype-nya harus disimpan di dalam MZB karena itu masuk ke dalam Protokol Nagoya. (sn ed sl)

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top