• 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

LIHAT GALERI :   FOTO   |   VIDEO   |   Foto - Pramono

Bogor, Kamis, 23 November 2017. Dalam rangka memperingati Ulang Tahun LIPI yang ke 50 dan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2017 yang jatuh pada tanggal 5 November 2017, Pusat Penelitian Biologi LIPI melakukan rangkaian kegiatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya keanekaragaman hayati.  Tema besar yang diadopsi oleh Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity-CBD) tahun 2017 adalah ”Biodiversity and Sustainable Tourism”.

Sedangkan untuk HCPSN sendiri diusung tema “Mendekatkan manusia dengan alam dan mendekatkan alam dengan manusia”. Kedua tema yang diusung tersesbut menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya keanekaragaman hayati, tidak hanya untuk di konservasi, tapi juga untuk dipelajari lebih lanjut dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kegiatan HCPSN  ini diselenggarakan di Gedung Kusnoto Lt. 6, Jl. Ir. H. Juanda No. 18 Bogor.

Serangkaian kegiatan dalam memperingati HCPSN ini, Pusat Penelitian Biologi LIPI telah menggelar kegiatan Workshop museum dan koleksi pada tanggal 13 – 14 November 2017 di Cibinong Science Center. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kurator museum dan memaksimalkan management pengelolaan dalam rangka memasyarakatkan dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya keanekragaman hayati.

Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2017, yang diperingati setiap tahun pada tanggal 5 November menjadi momentum bagi gerakan penyelamatan satwa dan tumbuhan lokal dari ancaman kepunahan yang diwujudkan melalui upaya nyata dalam bentuk kebijakan dan program baik pada tataran nasional maupun daerah. Tidak mudah membangun kesadaran dan membentuk kecintaan masyarakat Indonesia pada puspa dan satwa agar keanekaragaman hayati tetap lestari. Mengenal, menyayangi dan menyelamatkan puspa dan satwa pun tidak sebatas pada yang langka dan dilindungi saja. Momen ini akan terus dikampanyekan kepada masyarakat agar masyarakat dapat ikut serta menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.

Peringatan HCPSN bertujuan untuk menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat akan pentingnya puspa dan satwa sehingga dapat meningkatkan kepedulian, upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatannya secara berkelanjutan untuk kehidupan manusia.

Kegiatan HCPSN ini juga dihadiri para pakar, peneliti, pemerhati masalah keanekaragaman hayati, lingkungan hidup dan penggerak pariwisata  dari instansi pemerintah, lembaga penelitian, universitas dan pihak swasta serta media.

Dr. Siti Nuramaliati Prijono

Dr. Siti Nuramaliati Prijono selaku Sekretaris Utama LIPI, mengatakan bahwa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI menyadari arti pentingnya dari puspa dan satwa Indonesia, atau secara lebih luas keanekaragaman hayati. Melalui Pusat Penelitian Biologi dan pusat-pusat penelitian terkait lainnya di LIPI, Kedeputian mengemban tugas untuk mengiventarisasi aset nasional ini serta mengungkapkan peranannya untuk kesejahteraan manusia, jelasnya.

Selama 50 tahun terakhir sejak LIPI didirikan, peneliti-peneliti LIPI begitu aktif mengungkapkan kekayaan hayati yang dimiliki oleh Indonesia, lebih dari 1000 jenis yang baru untuk dunia ilmu pengetahuan diungkapkan oleh peneliti Indonesia. Jenis-jenis tersebut tidak hanya terbatas pada puspa (atau flora secara umum) dan satwa (atau fauna secara lebih luas), namun juga mikroorganisme, yang selama ini belum banyak dilirik. Data-data tersebut telah dirangkum dan disajikan dalam buku “Temuan dan pertelaan jenis baru Biota Indonesia 1967-2017, sumbangsih LIPI untuk sains “. Pengungkapan kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia perlu disertai dengan upaya konservasi atau pelestarian, yang juga tidak akan berarti tanpa disertai upaya  untuk mengungkapkan peranannya atau fungsinya bagi manusia. Nenek moyang kita sudah mewariskan budaya-budaya yang menunjukan kedekatan manusia dengan alam dan kearifannya dalam memanfaatkan apa yang disediakan oleh alam, ungkapnya.

Beliau juga mengatakan Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa 2017 ini menandai konsistensi LIPI dalam upaya pengungkapan, pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan dari keanekaragaman hayati Indonesia sehingga dapat diwariskan kepada anak cucu dimasa yang akan datang, jelasnya sekaligus membuka acara ini.

Dr. Amir Hamidy                             Dr. Joeni Setijo Rahajoe                              Dr. Ibnu Maryanto

Serangkaian pemaparan presentasi untuk memperingati Hari Hari Cinta Puspa dan Satwa 2017, menghadirkan  beberapa nara sumber yang kompeten di bidang keanekaragaman hayati.  Pada sesi pertama ini menghadirkan narasumber Dr. Joeni Setijo Rahajoe dalam paparannya “Pengungkapan rahasia kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia”, dan Dr. Amir Hamidy, dalam paparan presentasinya  “Arti jenis baru bagi kehidupan manusia” dan Prof. Dr. Ibnu Maryanto (Bedah buku jenis baru) dalam paparannya “Jenis-jenis baru yang sudah dihasilkan peneliti Indonesia dalam 50 tahun terakhir dan peranannya bagi kehidupan manusia”. Sesi pertama ini dipandu oleh: Dr. Cahyo Rahmadi  dan diakhiri dengan sesi diskusi tanyajawab.

Radar Pancadahana                                                          Dr. Cahyo Rahmadi

Pada sesi kedua ini menghadirkan narasumber: Dr. Cahyo Rahmadi dalam paparannya“ Community base tourism, pemanfaatan teknologi untuk penyadartahuan pentingnya Karst”. Garis besarnya : menggambarkan bagaimana masyarakat dalam berperan aktif  dalam pengelolaan lingkungan  dan Radar Pancadahana dalam paparannya “Keanekaragaman Hayati dalam aspek sosial budaya masyarakat adat indonesia”. Sesi kedua ini dipandu oleh : Prof. Yohanes Purwanto dan diakhiri dengan sesi diskusi tanyajawab

Garis besar pemaparan presentasi dari beberapa nara sumber yang kompeten di bidang keanekaragaman hayati memberikan  pemahaman yang utuh tentang arti penting menjaga puspa dan satwa yang berarti juga menjaga keanekaragaman hayati. Mulai dari penyampaian tentang apa saja kekayaan jenis-jenis puspa (flora) dan satwa (fauna) serta tidak lupa mikroorganisme yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, yang ditemukan dan diungkapkan sebagai bagian dari kekayaan hayati .

"Selama 50 tahun, di Indonesia sudah ditemukan ribuan jenis flora dan fauna. Namun karena kurangnya identifikasi maka banyak kekayaan alam di Indonesia yang belum tercatat, Beberapa hambatan dalam melakukan identifikasi kekayaan alam Indonesia adalah karena kurangnya sumber daya manusia pada sektor ahli taksonomi, serta kurangnya akses ke tempat-tempat ditemukannya spesies baru di Indonesia. "Masih banyak kekayaan Indonesia yang harus dieksplorasi.

Memaparkan pula peranan pengungkapan jenis tersebut bagi kehidupan manusia. Puspa dan satwa atau lebih luas keanekaragaman hayati tidak dapat dipungkiri merupakan aset bangsa yang tidak ternilai harganya, yang memiliki peranan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Bagaimana kegiatan yang dilakukan manusia dapat selaras dengan keanekaragaman hayati. Bagaimana budaya-budaya masyarakat adat di Indonesia dalam memaknai keanekaragaman hayati dan kekayaan alam yang dimiliki, serta sejalan dengan kemajuan teknologi, bagaimana masyarakat dan generasi muda saat ini dapat berperan aktif dalam pengungkapan, pencatatan dan pelestarian tidak hanya puspa dan satwa saja, namun keanekaragaman hayati secara lebih luas.

Dr. Atit Kanti

Dr. Atit Kanti mewakili Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati - LIPI, mengatakan dalam sambutan penutupannya mendekatkan manusia dengan alam dan mendekatkan alam dengan manusia merupakan tema yang sangat penting untuk diangkat. Sudah saatnya kita menyadari dan memahami bahwa apa yang kita lakukan akan memberikan pengaruh pada alam sekitar. Pembangunan di Indonesia sudah tidak dapat lagi dilakukan tanpa mengabaikan alam dan keanekaragaman hayati yang ada didalamnya.

Sudah selayaknya LIPI (dalam hal ini Pusat Penelitian Biologi) dapat menyuguhkan data tentang adanya keanekaragaman hayati di bumi Indonesia yang menjadi asset bangsa. Selain itu perlu disuguhkan data jenis-jenis keanekaragaman yang endemik hingga langka maupun jenis-jenis yang masuk ke Indonesia kemudian menyebar luas menjadi gulma yang membahayakan jenis asli Indonesia. Dengan demikian diharapkan LIPI dapat memberikan solusi terhadap persoalan strategis bangsa dan negara dalam hal keanekaragaman hayati baik di tingkat nasional maupun internasional, ungkapnya sekaligus menutup acara.

Konferensi Pers

Acara selanjutnya jumpa pers dengan media  di ruang pertemuan lt. 5, Gedung Kusnoto dengan menghadirkan nara sumber dari Pusat penelitian Biologi LIPI: Prof. Dr. Ibnu Maryanto, Dr. Joeni Setijo Rahajoe, Dr. Atit Kanti  dan Dr. Amir Hamidy. Dr. Siti Nuramaliati Prijono (Sekretaris Utama LIPI) usai meninggalkan acara langsung diwawancarai (doorstop).oleh media

Inilah beberapa kutipan dari salah satu media dalam jumpa pers, sumber berita ini dapat diunduh di link berita terkait Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.

CNN Indonesia. Para peneliti mengakui, peran warga ada kalanya bisa membantu mereka untuk mengidentifikasi flora dan fauna jenis baru, yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya. Dr. Joeni S. Rahajoe, Kepala Bidang Botani Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengakui peran warga biasanya lebih kelihatan pada bidang fauna.

Joeni menyarankan, jika warga punya kecurigaan menemukan flora atau fauna jenis baru, untuk segera menghubungi LIPI melalui jaringan komunikasi yang ada. Dia mengakui, saat ini memang belum ada platform khusus untuk pelaporan semacam itu.

Kumparan. Penjualan hewan atau tumbuhan langka ini bahkan ada yang dilakukan lewat media sosial seperti Facebook dan Instagram. Pihak yang mencari makhluk langka itu biasanya juga memiliki komunitas sendiri dan mereka berkomunikasi secara aktif.

Banyak alasan mengapa hewan atau tumbuhan langka ini begitu diburu, namun menurut peneliti zoologi Amir Hamidy dari Pusat Biologi LIPI, yang paling membahayakan adalah karena adanya tren hewan langka untuk dipelihara. Hewan-hewan langka itu diburu oleh kolektor hanya untuk dipelihara.

Antara Megapolitan. Siti menekankan yang harus dilakukan adalah menjaga habitat sebaik mungkin supaya flora dan fauna diberi kesempatan berkembang biak dengan adanya binatang yang bertugas menyebarkan biji-biji tumbuhan untuk berkembangbiak.

Perlu ada sosialisasi kepada masyarakat dan generasi muda peran tumbuhan dan satwa yang masih ada untuk masa depan umat manusia. Jika keduanya punah, maka rantai suplai makanan akan terputus ancamananya wabah penyakit.

Bogor News. Tak heran jika tumbuhan dan binatang yang ada di Indonesia laku di pasar internasional. Selama laku di pasaran maka diburu terus menerus tiada henti tanpa diberi kesempatan bagi tumbuhan dan binatang untuk tumbuh dan berkembang biak. Terutama binatang, lagi trend saat ini dijadikan binatang peliharaan atau pet, "ujarnya.
"Kalau tumbuhan dan binatang tidak diberi kesempatan untuk berkembang biak, maka bisa punah. Manusia juga akan mendapatkan dampaknya sebab siklus ekosistemnya sudah  rusak,"imbuhnya.

"Fungsi ekosistem harus dijaga  untuk melindungi keanekaragaman Hayati dan kekayaan spesies yang ada di dalamnya. Dengan menjaga keanekaragaman hayati dapat mengendalikan perubahan. Ekosistem dapat dikelola dan terjaga dengan baik melalui konsep penataan ruang dengan baik," pungkasnya *.

BERITA TERKAIT :

  1. Buaya Darat, Komodo, dan Sains Warga
  2. Lipi Ajak Masyarakat Selamatkan Satwa Dari Kepunahan
  3. Sedih, Flora dan Fauna Tanah Air Masih Dipandang dari Sisi Ekonomi Semata
  4. Perdagangan Hewan dan Tumbuhan Langka Juga Dilakukan di Media Sosial
  5. LIPI Minta Masyarakat Laporkan Flora dan Fauna Baru di Indonesia
  6. Selama 50 Tahun Berkiprah, LIPI Temukan 1.088 Spesies Baru
  7. Keanekaragaman Hayati Indonesia Hadapi Banyak Tantangan

Artikel - Sri Handayani

Diunggah - Pramono

Foto & Video - Pramono

 

 

 

 

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top