• slide 00haribumi.jpg
  • slide 01.jpg
  • slide 01a.jpg
  • slide 010.jpg
  • slide 011.jpg
  • slide 0111.jpg
  • slide 1.jpg
  • slide 2.jpg
  • slide 3.jpg
  • slide 4.jpg
  • slide 5.jpg
  • slide 7.jpg
  • slide 7a.jpg
  • slide 7b.jpg
  • slide 11.jpg
  • slide 12.jpg
  • slide 13.jpg
  • slide 14.jpg
  • slide 15.jpg
  • slide 1000.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

JAKARTA (HN) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan perlindungan terhadap informasi genetik keanekaragaman hayati (kehati) dan turunannya sangat penting dalam Revisi Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistem (RUU KSDHE).

"LIPI sudah mengusulkan (ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK) agar penggunaan material sumber daya hayati, termasuk informasi genetika dan turunannya, yang artinya juga termasuk soal biologi sintetik juga harus dilindungi," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI Enny Sudarmonowati di Jakarta, Senin (9/4).

Ia mengatakan, poin perlindungan untuk informasi genetika dan turunannya, termasuk juga soal biologi sintetik dan biokimia kehati tidak boleh seenaknya digunakan oleh pihak atau negara lain.

Poin ini yang, menurut dia, belum disepakati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tentang Konvensi Keanekaragaman Hayati di Kankun, Meksiko, 2016. Karenanya, sangat perlu bagi Indonesia memberikan perlindungan melalui Undang-Undang (UU).

"Selama keputusan soal peraturan penggunaan informasi genetik sumber daya hayati belum diputuskan dalam COP CBD seharusnya tidak boleh ada yang menggunakannya. Tapi kan kita tidak tahu apakah benar-benar tidak ada yang curang," ujar dia.

Intinya, ia mengatakan revisi UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDHE, pertama, harus mengutamakan perkembangan jaman saat ini. Kedua, harus mengimplementasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk soal sintetik biologi.

Ketiga, harus juga memasukkan perlindungan mikroorganisme, karena UU yang sebelumnya hanya melindungi flora dan fauna saja.

"Kami minta itu diubah dan Alhamdulillah KLHK selaku 'leading sector' setuju. Sekarang yang terpenting tinggal pengesahan saja," ujar dia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa yang menjadi pegangan pemerintah dalam pembahasan undang-undang adalah konstitusi negara Indonesia yaitu Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"Dengan demikian setiap RUU, termasuk RUU tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya tidak boleh bertentangan dengan UUD 1945. Itulah yang harus menjadi koridor kita bersama," kata Presiden saat menyampaikan pengantar dalam Rapat Terbatas (Ratas) tentang Rancangan Undang-Undang tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya.

Presiden yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan jangan sampai nantinya setelah RUU menjadi undang-undang justru bolak-balik diajukan judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK).

Terkait dengan RUU tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya yang merupakan inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat itu, Presiden Jokowi minta untuk melihatnya secara visioner, melihat ke depan, dan melihat apa nilai tambah bagi kemajuan negara ini.

Sumber - HARIAN NASIONAL

http://m.harnas.co/2018/04/09/lipi-usulkan-perlindungan-informasi-genetik-di-ruu-ksdhe

Pengunggah - Pramono

Info Kegiatan

Gallery 

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top