• 01.jpg
  • 11.jpg
  • 21.jpeg
  • 31.jpg
  • 41.jpg
  • 51.jpg
  • 61.jpg
  • 71.jpg
  • 81.jpg
  • 91.jpg
  • 111.jpeg
  • 912.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

LIHAT GALERI FOTO DI SINI    |    Foto - Pramono

Sinergi dengan Mikroba Unggulan Terpilih untuk Peningkatan Produksi Pertanian dengan Tetap Melakukan Konservasi Lingkungan: dari Lab sampai ke Industri dan Adopsi oleh Masyarakat

Oleh : Dr. rer. nat. Sarjiya Antonius

 Mikroba sebagai pemegang peran kunci dalam berbagai reaksi biokimia akhir-akhir ini semakin mendapat perhatian, termasuk dalam dunia pertanian.

Hal ini tidak terlepas dari permasalahan lingkungan mau pun dampak-dampak negatif langsung dari bahan kimia agro yang ditemui seperti resistensi organism pengganggu tanaman maupun terhadap kesehatan manusia akibat mengkonsumsi bahan pangan yang terpapar bahan kimia agro tersebut. Disisi lain, semakin rendahnya kandungan bahan organik di lahan-lahan pertanian intensif, tidak hanya menjadikan daya dukung untuk produksi tanaman semakin rendah, tetapi penggunaan bahan kimia agro juga semakin boros. Bahan organik yang diberikan dalam bentuk pupuk organik yang dipersiapkan berkat peran biokatalis mikroba unggulan terpilih, menjadi kunci atau pondasi utama dalam pertanian. Pupuk organic berfungsi penting untuk menjaga kualitas biokimia tanah, juga mampu meningkatkan efesisnsi dalam penggunaan bahan kimia agro.

 Mikroba unggulan terpilih dengan berbagai aktifitas biokatalis, baik ekstra maupun intra seluler dapat membantu menghemat atau bahkan menghilangkan ketergantungan bahan kimia agro. Meskipun demikian permasalahan terbesar dalam aplikasi di lapangan, sering tidak efektif seperti pada skala lab. atau demplot. Demikian juga preparasi lab (ml) yang dikembangkan menjadi skala besar (ribuan lt) sering menemui hambatan yang tidak mudah, belum lagi masalah transportasi dan preservasi serta aplikasi. Dari riset selama ini telah dihasilkan formula bahan baku dan starter Pupuk Organik Hayati (POH) dengan beberapa paten, lisensi-royalti dan juga diadopsi oleh pemda dan masyarakat. Topik-topik terkini pengembangan POH spesifik berbasis karakter agen hayati dalam produksi IAA (Tryptophan dependent/independent), karakter PGPR dalam mengatasi berbagai cekaman (biotik/serangan opt, herbisida, kekeringan,dll) dan karakter dinamika populasi secara molekular sedang dan akan terus dikembangkan.  Dalam seminar akan dipaparkan pengalaman yang didapat selama ini dan juga rencana dan prospek riset pengembangannya, dan dari diskusi diharapkan banyak saran dan masukan.

 

Kegiatan Penelitian Moluska & Cacing Parasit

Oleh : Nova Mujiono, S.Si.

Kegiatan penelitian di Laboratorium Malakologi & Invertebrata lain diutamakan pada Biosistimatika Moluska & Cacing Parasit. Pada kesempatan ini akan dikemukakan hasil kajian keanekaragaman keong darat dan distribusinya di Sumatera, terutama untuk Suku (Family)  Camaenidae dan Cyclophoridae. Kegiatan ini dilakukan untuk melengkapi dan memvalidasi data keong darat Sumatera sebagai acuan dalam memenuhi informasi status kekinian biota Indonesia.  Sebelumnya diketahui 37 spesieskeong darat suku Camaenidae dan 45 spesies suku Cyclophoridae di Sumatera. Berdasarkan 29 pustaka acuan dan pemeriksaan spesimen MZB sebanyak 274 nomer, berhasil diidentifikasi  sebanyak 42 spesies (Camaenidae 19 spesies dan Cyclophoridae 23 spesies) sehingga saat ini diketahui terdapat 58 spesies Camaenidae dan 66 spesies Cyclophoridae di Sumatera. Selain itu ada 30 spesies dari kedua suku merupakan catatan baru dan penambahan distribusinya di Sumatra.

 

A REVIEW OF THE GENUS SYPHACIA (NEMATODA: OXYURIDAE) FROM MURINE RODENTS IN SOUTHEAST ASIA TO AUSTRALIA WITH SPECIAL REFERENCES TO INDONESIA

Oleh : Dr. Kartika Dewi

coevolutionary relationships with their murine rodent hosts. From Southeast Asia to Australia, 21 species in four subgenera have been recorded, four species of these are endemic to Sulawesi. Their biogeographical distribution and dispersal processes are discussed herein. The species composition of Syphacia seems to be mosaic among the islands, especially in Wallacea. Based on the morphological characteristics of the cephalic ends, the species of the subgenus Syphacia are divided into three lineages with square (S), round (R) and laterallyelongated (LE) cephalic shapes. The LE type is assumed to be primitive and the S and R types are derived from the LE type as shown by a molecular phylogeny based on 28S rDNA previously. This assumption was supported by the fact that the old endemics murines in the regions studied mostly harboured Syphacia with LE type. A hypothesis on the formation of the host-parasite relationships between murines and subgenus Syphacia in the areas is presented.

Diunggah - Pramono

Info Kegiatan

QR code

qr code

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top