• 0000.jpg
  • 11.jpg
  • 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

WhatsApp Image 2019 11 18 at 14.06.27

          Cibinong, Humas LIPI. Wallacea adalah salah satu dari 25 hotspot (area utama) konservasi keanekaragaman hayati dunia.  Area ini merupakan sebuah surga yang penuh keajaiban. Ibarat laboratorium hidup untuk mempelajari evolusi satwa endemik Indonesia, termasuk bagi tarsius, monyet kecil Si Penjelajah Malam dari Pulau Togean Sulawesi Tengah.

          Tarsius Togean (Tarsius niemitzi) adalah spesies baru tarsius yang berhasil diidentifikasi dari holotipe (spesimen fisik) tarsius jantan yang ditemukan tahun 2009 di Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, dan di simpan pada Museum Zoologicum Bogoriense. Diyakini satwa nokturnal tersebut hanya memiliki satu pasangan seumur hidup dan memiliki perbedaan secara taksonomi berdasarkan vokalisasi.               

          Penamaan Tarsius niemitzi sendiri diambil dari nama Carsten Niemitz. Seorang tokoh biologi. Ia mendapat julukan Bapak Tarsius karena memiliki kontribusi signifikan saat pertama kali menemukan dan mempelajari tarsius secara sistematis di Sulawesi bersama muridnya Alexandra Nietsch.               

          Kolaborasi penelitian antara peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI); Western Washington University, PT. Hatfield Indonesia; Australian National University; Global Wildlife Conservation Austin; dan University of California meyakini morfologi Tarsius niemitzi mirip dengan Tarsius dentatus. Monyet kecil ini memiliki kulit berpigmen gelap, terutama ekor dengan bulu wajah abu-abu gelap, khususnya pada tarsius dewasa. Dimana hal ini tak lazim untuk spesies tarsius endemik Sulawesi dan pulau sekitarnya.              

          “Secara akustik, warna suara (spectrogram) Tarsius Togean memiliki duet yang sederhana, bahkan mungkin yang paling sederhana dari semua duet tarsius yang dikenal”, ujar Ibnu Maryanto, peneliti mamalia Pusat Penelitian Biologi LIPI. Satu panggilan tarsius betina diikuti oleh dua atau tiga panggilan tarsius jantan. Pola akustik tarsius Togean unik di antara tarsius yang dikenal, karena mereka merespons panggilan duet dengan melakukan duet sendiri.              

          Spesies baru tarsius Togean sudah lama diduga atas dasar bukti bioakustik, biogeografi, dan urutan mtDNA.  Namun analisis morfologis, anatomi, dan akustik pada penelitian ini dilakukan secara hati-hati dan seksama dengan menggunakan lebih banyak penanda genetik untuk menemukan dukungan kuat keterpisahan taksonomi antara tarsius Togean dengan tarsius Sulawesi lainnya. Sehingga,upaya riset lebih lanjut tentang taksonomi tarsius dengan pendekatan holistik dan dukungan data lengkap perlu dilakukan.               

          Tarsius yang masih ada diklasifikasikan dalam tiga genus yang terdistribusikan pada wilayah biogeografis yang berbeda. Tarsius ditemukan di Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya; Cephalopachus ditemukan terbatas pada subset paparan Sunda, terutama di selatan Sumatra dan pulau Kalimantan; Carlito ditemukan di pulau-pulau Filipina selatan yang merupakan daratan zaman es tunggal yang lazim disebut sebagai Greater Mindanao.              

          Saat ini tarsius memiliki dua belas spesies (dalam urutan senioritas) diantaranya: Tarsius tarsier, Tarsius fuscus, Tarsius sangirensis, Tarsius dentatus, Tarsius pumilus, Tarsius pelengensis, Tarsius lariang, Tarsius tumpara, Tarsius wallacei, Tarsius spectrumgurskyae, Tarsius supriatnai, dan sekarang Tarsius niemitzi.            

          Status konservasi tarsius sebagai spesies tunggal masuk dalam kategori hampir terancam, mendekati kategori rentan terancam. Tahun 2008, Gursky memperkirakan keanekaragaman hayati Pulau Togean akan terancam punah sebagai area unik endemik di Sulawesi yang dihuni satwa monyet.

 

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top