• 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg

Bidang Botani

Herbarium Bogoriense(BO)

Botany

Read more

Bidang Zoologi

Bidang Mikrobiologi

Informasi Kehati

Produk Puslit Biologi

 

WhatsApp Image 2020 03 05 at 11.10.49

Cibinong, Humas LIPI. Hampir 64 persen daratan Indonesia merupakan kawasan hutan. Namun, nilai luasan hutan terus menyusut akibat konversi lahan, eksploitasi sumber daya, dan perubahan iklim global. Kondisi tersebut tentunya mengancam kelestarian hutan, termasuk berbagai spesies pohon. Sebagian dari berbagai spesies pohon tersebut, 12 diantaranya berstatus terancam punah dan masuk dalam kategori langka yang ditetapkan dalam buku Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK).

“Sebelum melakukan aksi konservasi terdapat tiga komponen dasar yang mengacu pada International Union for Conservation of Nature (IUC), yaitu assessment(penilian status), plan ( membuat rencana dan desain, contohnya SRAK, dan action (aksi konservasi on-ground)”, ujar Kusumadewi Sri Yulita, Peneliti Bidang Botani (Konservasi Genetika Tumbuhan Hutan) Pusat Penelitian Biologi LIPI. SRAK spesies  pohon langka adalah SRAK kedua bagi spesies flora yang diterbitkan Indonesia. SRAK berisikan usulan strategi dan rencana aksi konservasi 12 spesies pohon langka yang disusun LIPI, KLHK, Forum Pohon Langka Indonesia  dan, Fauna & Flora International-Indonesia Programme. Sebelumnya, SRAK Amorphophallus  dan Rafflesia  telah disusun oleh Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI dan KLHK.

Yulita menjelaskan penetapan status pohon langka didasarkan pada empat kriteria, yaitu kelangkaan, keterancamaan, nilai manfaat, dan pelestarian. “Berdasarkan kriteria tersebut, disusunlah tiga skala prioritas, yaitu Prioritas I, II dan III”, ungkap Yulita.

Prioritas I merupakan kategori kritis yang menuntut untuk segera dilakukan konservasi. Spesies kategori ini berada dalam kondisi kritis yang diperkirakan akan punah dalam waktu dekat bila tidak segera  dilakukan aksi konservasi. Sebaran pohon endemik ini  sangat sempit (narrow endemic), populasi sangat kecil, serta status ancaman masih terus berlangsung. Spesies yang termasuk dalam kategori ini, adalah Pelahlar (Dipterocarpus littoralis), Lagan Brass (Dipterocarpus cinereus), Resak Banten (Vatica bantamensis), dan Resak Brebes (Vatica javanica ssp. Javanica).

Prioritas II termasuk jenis pohon yang mendesak untuk dilakukan konservasi. Kategori spesies ini memiliki tingkat keterancaman tinggi serta ancaman kepunahan yang terus berlangsung.Sebaran geografisnya lebih luas meliputi lintas pulau, tetapi memiliki sebaran dan ukuran populasi yang terbatas. Upaya budi daya telah dilakukan, tetapi belum optimal untuk  mengembalikan populasi alam ke tingkat aman. Spesies pohon ini yaitu Damar Mata Kucing (Shorea javanica) dan Kapur (Dryobalanops sumatrensis).

Prioritas III termasuk jenis pohon yang perlu aksi konservasi dengan sebaran pohon endemik yang cukup luas, tetapi punya tingkat keterancaman tinggi. Spesies-spesies ini antara lain adalah Ulin (Eusideroxylon zwageri), Mersawa (Anisoptera costata), Tengkawang (Shorea pinanga), Durian daun (Durio oxleyanus), Durian burung (Durio graveolens), dan Saninten (Castanopsis argentea).

Yulita mengungkapkan status salah satu spesies pohon prioritas I, yaitu Lagan Brass pernah dianggap punah (Extinc in the wild/EX) sejak tahun 1998. Jenis tersebut ditemukan kembali oleh Tim ekspedisi Kebun Raya Bogor pada tahun 2015 sehingga status konservasinya diperbaharui menjadi critically endangered berdasarkan kategori dan kriteria IUCN. Selain itu, dua spesies lain priroritas I juga dalam kategori CR, sedangkan Resak Brebes belum memiliki status konservasi. Dua spesies prioritas II dan III masuk dalam  kategori  endangered (EN) dan tiga spesies lainnya vulnerable (VU), sedangkan tiga spesies lainnya belum dilakukan penilaian . Penilaian status konservasi tingkat nasional sudah dilakukan terhadap sembilan spesies. Selain status konservasi, enam spesies telah mendapat status perlindungan jenis oleh undang-undang. Namun dengan demikian, penilaian status perlu segera diperbarui mengingat telah terjadi kelangkaan populasi yang diduga cukup pesat.

Berbagai aksi korservasi telah dilakukan guna menyelamatkan populasi spesies pohon langka. Upaya tersebut meliputi konservasi in situ dan ex situ dan skema pemanfaatan berkelanjutan pada agroforestry (wanatani) berbasis masyarakat. Upaya konservasi ex situ yang telah dilakukan antara lain melalui pembibitan dan penanaman di luar area habitat alami, termasuk di area kebun koleksi (sa).

Info Kegiatan

Laporan Tahunan

LAPORAN TAHUNAN PUSLIT BIOLOGI

1. TAHUN 2016

2. TAHUN 2017

3. TAHUN 2018

Galeri video P2Biologi

Alamat

Pusat Penelitian Biologi-LIPI
Cibinong Science Center, Jl. Raya Jakarta-Bogor, Km.46
Cibinong 16911, Bogor-Indonesia
Phone: +62(0)1-87907604/87907636 , Fax : +62(0)21-87907612 This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Info Kegiatan

Get Socials

© 2009-2015 by GPIUTMD

Scroll to top